Setiap Manusia Punya 3 Wajah Dalam Kehidupannya

0
654

Manusia terkadang menjadi makhluk misterius yang susah ditebak alur pemikirannya. Dalam satu kondisi, manusia akan mengatakan “ya”, namun dalam tempo nyaris bersamaan, kata “tidak” juga hadir dalam benaknya.

Demikian halnya dengan wajah manusia yang kerap ditampilkan. Seringkali kita terjebak dengan paras wajah seseorang yang kita temui.

Tak jarang pula, tampilan wajah yang ada membuat kita seolah-olah dengan sedemikian mudah dan buru-buru untuk menebak karakter, pemikiran dan membuat kesimpulan darinya.

Lantas, benarkah wajah yang ditampilkan adalah representatif karakter dari seorang individu?

Saya mencoba membuat klasifikasi wajah seseorang berdasarkan tiga hal. Tentu, masing-masing memiliki alasan tersendiri mengapa hal demikian dilakukannya.

Berikut ulasannya:

1. Wajah yang Ditunjukkan ke Semua Orang


Banyak orang menginginkan tampil secara sempurna dihadapan orang banyak. Terlepas apa yang disuguhkan ke khalayak umum itu adalah hal yang natural atau bermakna artifisial, namun hal ini acapkali terjadi dan orang akan menyimpulkan pribadinya sesuai apa yang tertangkap oleh indera penglihatannya.

Fenomena ini terjadi tak hanya dikalangan para selebritis, atau publik figur saja, namun siapapun golongannya, pernah mengalami serta melakukannya.

Lalu, apakah tujuan mereka melakukannya? Ada seribu misteri dan rahasia yang mungkin hanya pelaku saja yang tahu. Atau, memang demikianlah yang tampak dan itu yang menjadi perwakilan dari dirinya.

2. ‎Wajah yang Hanya Ditunjukkan ke Orang Tertentu

Kita pasti pernah mendengar nasib seorang aktor komedian yang mengakhiri hidupnya secara tragis. Apakah itu karena terjerat kasus narkoba, atau melakukan tindakan bunuh diri.

Demikian pula seorang seniman dalam dunia musik yang namanya begitu terkenal. Tiba-tiba terdengar kabar menembak dirinya dengan senjata api? Ada apa dengan mereka?

Dari contoh kasus yang saya sebutkan, mungkin ada beberapa pertanyaan serta argumentasi mengenai tindakan mereka.

Apa pasal? Mereka terkenal, pundi-pundi kekayaan jelas lebih menggunung daripada saya yang cuman berstatus karyawan biasa?

Apalagi yang melakukan tindakan bunuh diri adalah seorang komedian. Terlepas dari apapun alasannya, mereka tentu telah berhasil membuat orang tergelak tertawa.

Mereka sukses pula mengocok perut pemirsa dengan humornya, atau minimal tersenyum melihat tingkah konyol yang sering mereka pertontonkan. Namun, mereka tak cukup bisa untuk menghibur diri sendiri.

Biasanya, dibalik itu semua, orang-orang terdekat lebih mafhum dan paham masalah yang mereka dera.

Tentu, sebuah keputusan tak bijak jika wajah yang kerap dijadikan hiburan, memajang tampang seram didepan semua orang.

Mereka menunjukkan sisi lain dari kehidupannya ke orang-orang yang mereka percaya, dan mereka dianggap tidak akan pernah membocorkan rahasia paling pribadi dalam kehidupannya.

3. ‎Wajah yang Hanya Ditunjukkan ke Dirinya Sendiri

Jika ada orang yang memegang teguh prinsip bahwa idealnya rahasia adalah hal yang tak boleh keluar dari dirinya sendiri, maka golongan orang seperti ini tidak akan pernah mengekspose rahasia kepada siapapun.

Rahasia itu adalah sebuah misteri yang sejatinya kita sendiri yang tahu. Siapa bisa menjamin rahasia kita tetap aman bila kita membaginya ke orang lain? Meski itu teman dekat, walau itu pasangan hidup? Terlebih kepada teman yang kredibilitasnya dipertanyakan?

Misal, kita bicara ke seseorang. Kita beritahu ke orang tersebut bahwa apa yang kita sampaikan itu sebuah rahasia. Lalu, orang itu menceritakan hal yang sama kepada orang lain dengan kode bahwa itu rahasia pula. Orang selanjutnya menceritakan ke orang lainnya. Halah, rahasia kok malah tersebar kemana-mana!

Untuk orang yang hanya menunjukkan wajahnya ke diri sendiri, hanya dia yang tahu apa-apa yang terjadi, hal apa saja yang bergejolak didalam dirinya.

Lantas, dimanakah posisi kita? Semua orang pernah melakukan ketiga hal yang saya urai diatas.

Kadang, kita menunjukkan wajah kita dengan framing yang berbeda didepan orang banyak. Lalu, ada masa kita membagi sedikit wajah kita ke orang terdekat. Dan ada waktunya kita hanya tahu wajah kita sendiri, yang orang lain tidak pernah kita beritahu.

Pernahkah ada pelakor, atau pelaku perselingkuhan yang lolos dan tak terpantau pasangannya menunjukkan wajahnya yang sesungguhnya? Apa kita pernah menyaksikan pelaku koruptor memperlihatkan wajah aslinya?

Itulah ketiga wajah yang kerap ditunjukkan oleh masing-masing individu. Terkait mana yang lebih dominan kita lakukan berdasarkan ketiga hal tersebut, itu kembali ke rahasia pribadi.

Contoh paling sederhana adalah, komedian yang kocak, tapi dirumah orangnya galak. Ada pula yang jadi tentara, tapi dirumah jadi orangtua yg sangat bersahaja.

Ada kalanya semua tersimpan dan menjadi misteri. Seperti misteri Upin & Ipin yang nggak beranjak dewasa!!!

*Artikel ini dikutip dari forum kaskus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here